Download File
KESIMPULAN DAN SARAN
1.Kesimpulan
Berdasarkan hasil rancang bangun, implementasi kode program, dan pengujian yang telah dilakukan baik melalui simulasi Proteus maupun pengujian hardware asli pada sistem Early Warning System (EWS) Banjir Bandang berbasis STM32F103C8T6 ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Sistem EWS banjir bandang telah berhasil dirancang dan diimplementasikan dengan mengintegrasikan tiga parameter sensor utama, yaitu sensor hujan digital (PA0), sensor jarak ultrasonik HC-SR04 (PA1 & PA2), dan sensor aliran air (water flow) FS300A (PB0).
Kalibrasi fisis pada sensor water flow FS300A ukuran G 3/4" telah berhasil disesuaikan secara akurat di dalam kodingan menggunakan nilai konstanta pembagi sebesar 5.5 (berdasarkan rumus karakteristik F = 5.5 \ Q), sehingga mikrokontroler mampu mengonversi frekuensi pulsa menjadi satuan Liter/menit secara presisi.
Penerapan metode pemrograman Non-Blocking berbasis fungsi waktu internal
HAL_GetTick()terbukti efektif menggantikan fungsi pemblokirHAL_Delay(), sehingga mikrokontroler dapat melakukan pencacahan pulsa, pembacaan sensor, dan pembaruan layar LCD secara simultan tanpa mengalami gejala sistem membeku (hang).Evaluasi akumulasi nilai menggunakan Matriks Risiko Kebencanaan (
total_risk) berhasil mengklasifikasikan kondisi lingkungan secara real-time menjadi 3 tingkat keputusan status (AMAN, SIAGA, BAHAYA) yang sinkron dalam mengeksekusi aktuator output berupa kombinasi warna LED, fluktuasi bunyi buzzer, serta visualisasi data pada LCD 16x2 via komunikasi I2C. Logika penguncilast_total_riskjuga sukses mencegah efek layar berkedip (flicker) saat terjadi pembaruan data sensor.
2.Saran
Untuk pengembangan dan penyempurnaan sistem Early Warning System (EWS) ini lebih lanjut di masa mendatang, beberapa saran yang dapat dipertimbangkan adalah:
Pengembangan Sistem Transmisi Data (Telemetri): Mengingat sistem saat ini baru memvisualisasikan data secara lokal pada layar LCD 16x2, disarankan untuk menambahkan modul komunikasi nirkabel seperti transceiver LoRa (untuk area pelosok/sungai) atau modul Wi-Fi ESP8266/ESP32 agar data status kebencanaan dapat dikirimkan ke server Cloud internet (IoT) dan diterima oleh masyarakat via aplikasi smartphone.
Optimalisasi Sistem Catu Daya Mandiri: Karena perangkat EWS banjir bandang umumnya diletakkan di area bantaran sungai yang jauh dari jangkauan jala-jala listrik PLN, sistem ini sebaiknya dikembangkan menggunakan catu daya mandiri berupa panel surya (Solar Cell) yang dilengkapi dengan modul pengisi daya baterai otomatis (Battery Management System) agar alat dapat terus beroperasi secara berkelanjutan.
Peningkatan Proteksi Hardware dan Struktur Casing: Untuk implementasi jangka panjang di lingkungan luar ruangan (outdoor), komponen elektronika dan sensor ultrasonik perlu dilindungi menggunakan casing berstandar IP65/IP67 yang tahan cuaca, tahan air, serta penempatan sensor ultrasonik yang dilengkapi pelindung agar tidak terganggu oleh uap air yang pekat atau serangga.
Implementasi Filter Digital pada Pembacaan Sensor: Disarankan untuk menambahkan algoritma filter digital pada pembacaan sensor jarak (misalnya metode Moving Average Filter) di dalam kodingan STM32 guna mereduksi lonjakan data (noise) yang diakibatkan oleh dinamika riak atau gelombang permukaan air sungai yang tidak rata saat arus deras terjadi
Datasheet
File ZIP rangkaian [ klik disini ]
video demo [ klik disini ]
Datasheeet STM32F103C8T6 [ klik disini ]
Datasheeet HC SR-04 [ klik disini ]
datasheet Rain Sensor [ klik disini ]
datasheet Waterflow sensor FS300A [ klik disini ]
Datasheet LED Merah [ klik disini ]
Datasheet LED Kuning [ klik disini ]
Datasheet LED Hijau [ klik disini ]
Datasheet I2c [ klik disini ]
Datasheet Potensiometer [ klik disini ]
Library Water flow Sensor [ klik disini ]
Library Rain Sensor [ klik disini ]
Library Ultrasonic Sensor [ klik disini ]
Komentar
Posting Komentar